07/04/22

Mengapa Tidak Melakukan Shalat Tarawih? Ini Alasannya

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah di bulan Ramadhan yang dilakukan secara berjamaah. Muslim Syiah tidak melakukan shalat tarawih berjamaah, tetapi melakukan shalat sunnah di bulan Ramadhan yang dilakukan secara sendiri-sendiri di rumah masing-masing. Mereka menyebutnya qiyamu ramadhan. Mereka meninggalkan shalat tarawih dengan alasan (1) shalat tarawih itu adalah bid’ah yang diciptakan Umar bin Khaththab dan (2) semua shalat sunnah sebaiknya dilakukan di rumah secara munfarid.

06/04/22

Sempurnakan Puasamu sampai Malam

Muslim Syiah berbuka puasa sesuai dengan perintah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw. Dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 187, “…sempurnakanlah puasamu sampai malam” bukan sampai maghrib. Apalagi maghrib yang dimaksud adalah maghrib yang masih terang. Bila kita berbuka sebelum waktunya walau semenit, puasa kita belum sempurna. 

05/04/22

Tazkirah Ramadhan: Manusia [by Kholid Al Walid]

Manusia adalah makhluk yang paling luar biasa di antara seluruh ciptaan Allah SWT.  Tidak ada makhluk yang serumit dan sesempurna manusia.

Kita patut sangat bersyukur Allah SWT telah menghadirkan kitab dalam wujud manusia. Sebuah kemuliaan yang diberikan Allah SWT tanpa tuntutan kompensasi apa pun. 

Jika malaikat hanya memiliki Akal dan Binatang hanya memilki Syahwat maka manusia memilki keduanya: Akal dan Syhawat. Manusia bisa melampaui Malaikat namun bisa lebih rendah dari Binatang. 

04/04/22

Al-Quran sebagai Penyembuh Penyakit Hati [by Kholid Al Walid]

Pada diri manusia terdapat dua jenis penyakit. Penyakit fisik dan penyakit hati. Penyakit fisik tentu karena sebab-sebab fisik dan manusia akan merasakan sakit sebagai respon tubuh atas serangan penyakit terhadap dirinya. Manusia yang mengalami penyakit jenis ini jelas akan mengetahui dirinya dalam keadaan sakit baik cepat atau lambat dan kemudian berusaha untuk mengobatinya.

03/04/22

Belajar Tasawuf: Ikhlas (Ketulusan Hati) [by Kholid Al Walid]

“Tidaklah kecuali semata hanya untuk Allah agama yang tulus” (QS 39: 3). Tidaklah agama yang murni dari segala jenis elemen riya', keburukan dari ujub, penghiasan dan sepertinya kecuali semata hanya untuk Allah. Inilah makna ketulusan, yaitu penyucian perbuatan dari segala penghalang. 

Bagian pertama dari ketulusan (ikhlas) adalah menghilangkan perhatian perbuatan dari perbuatan, melepaskan dari tuntutan balasan bagi perbuatan, menurunkan dengan ridha terhadap perbuatan. Menghilangkan perhatian perbuatan, yaitu tidak memandang bahwa perbuatan baik yang dilakukan karena dirinya; tetapi bahwa perbuatan baik yang dilakukan tidak lain karena pemberian Allah kepada dirinya.