Banyak orang bertanya kepada saya: Seperti apakah Nabi saw itu, bagaimana gambaran beliau secara jasmaniah, bagaimana penampilannya, bagaimana duduknya, bangunnya, berjalannya, makannya atau tidurnya? Saya membuka kitab-kitab hadis. Saya terpesona karena saya menemukan kelurga dan sahabat Nabi saw melukiskannya dengan sangat jelas dan terperinci. Saya pikir tidak pernah ada tokoh besar dunia yang digambarkan begitu terinci seperti kaum muslim menggambarkan Rasulullah.
Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka. (HR Al-Baihaqi)
05/10/22
04/10/22
SUNNAH-SYIAH BERTEMU DI TENGAH-TENGAH (Bagian 2)
Juga dalam ilmu kalam (teologi-dialektis), bahkan fiqh, Sunnah dan Syiah tak seberbeda yang dikira orang. Sudah menjadi kelaziman bahwa orang menganggap teologi Syiah lebih dekat kepada Mu'tazilah, ketimbang Asy'ariyah - yang dianggap sebagai aliran teologi ahlus-Sunnah. Pernyataan ini memang bukannya sama sekali tak mengandung kebenaran, tapi hanya sejauh dalam hal metodologi (manhaj) pembahasan topik-topik kalam. Atau paling jauh dalam hal epistemologinya.
03/10/22
Belajar Tasawuf: Al-Bashirah
Kitab Al-Hikam
Dalam kitab Alhikam karya Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari diterangkan yang berkaitan dengan bashiroh. Ibnu Athaillah berkata:
19/09/22
Khidmat: Jalan Cepat Menuju Allah
Ketika turun ayat لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ
18/09/22
SUNNAH-SYIAH BERTEMU DI TENGAH-TENGAH (Bagian 1)
Ada kecenderungan, bahkan pada sebagian pengamat dan pengkaji mazhab-mazhab, untuk mengontraskan mazhab Sunnah dengan mazhab Syiah, dan sebaliknya. Seolah-olah keberadaan mazhab-mazhab itu harus didukung oleh perbedaan-perbedaan yang tajam - yang tanpa itu keberadaan mazhab-mazhab itu menjadi tidak meyakinkan. Padahal, dalam makna literal-aslinya, istilah mazhab dalam dalam bahasa Arab (madzhab) bermakna "jalan", atau jalur dalam perjalanan seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Jalan memang bisa berbeda-beda, tapi tujuan bisa saja sama. Tapi, bahkan ketika jalan-jalan itu bersilangan, kesemuanya itu saling melengkapi satu sama lain. Bukan menyesatkan. Kalau ada yang tersesat, maka itu bukan karena keberadaan banyak jalan itu melainkan karena ketidaktahuan pejalan tentang jalan-jalan tersebut.