04/04/22

Al-Quran sebagai Penyembuh Penyakit Hati [by Kholid Al Walid]

Pada diri manusia terdapat dua jenis penyakit. Penyakit fisik dan penyakit hati. Penyakit fisik tentu karena sebab-sebab fisik dan manusia akan merasakan sakit sebagai respon tubuh atas serangan penyakit terhadap dirinya. Manusia yang mengalami penyakit jenis ini jelas akan mengetahui dirinya dalam keadaan sakit baik cepat atau lambat dan kemudian berusaha untuk mengobatinya.

03/04/22

Belajar Tasawuf: Ikhlas (Ketulusan Hati) [by Kholid Al Walid]

“Tidaklah kecuali semata hanya untuk Allah agama yang tulus” (QS 39: 3). Tidaklah agama yang murni dari segala jenis elemen riya', keburukan dari ujub, penghiasan dan sepertinya kecuali semata hanya untuk Allah. Inilah makna ketulusan, yaitu penyucian perbuatan dari segala penghalang. 

Bagian pertama dari ketulusan (ikhlas) adalah menghilangkan perhatian perbuatan dari perbuatan, melepaskan dari tuntutan balasan bagi perbuatan, menurunkan dengan ridha terhadap perbuatan. Menghilangkan perhatian perbuatan, yaitu tidak memandang bahwa perbuatan baik yang dilakukan karena dirinya; tetapi bahwa perbuatan baik yang dilakukan tidak lain karena pemberian Allah kepada dirinya.

02/04/22

Bandung, Kantong Syiah Terbesar di Indonesia

Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat mengungkapkan, Bandung adalah kantong Syiah terbesar di Indonesia.

"Kantong terbesar ada di Bandung. Kemudian disusul Makassar, dan ketiga Jakarta," kata Kang Jalal, sapaan Jalaluddin Rakhmat, waktu bertemu Tempo di kediamannya, Rabu, 29 Agustus 2012. Beberapa lokasi yang menjadi kantong umat Syiah adalah Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

01/04/22

Syiah Berkembang di Indonesia Pascarevolusi Iran

Bermula dari sebuah revolusi Islam Iran 1979. Ketika itu, seorang ulama Iran yang berdomisili di Prancis, Ayatullah Rohullah Khomeini, dan para pengikutnya berhasil menumbangkan pemerintahan otokrasi di Iran yang dipimpin oleh Mohammad Reza Shah Pahlavi, atau dikenal dengan Shah Iran.

Menurut Jalaluddin Rakhmat, penasihat IJABI (Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia), kemenangan kaum revolusioner Iran tersebut luar biasa karena dilakukan tanpa perlawanan senjata atau pertumpahan darah, melainkan dengan moral. “Pemerintahan otokrasi Iran dikalahkan oleh revolusi dengan xeroxisasi,” kata Jalaluddin kepada Tempo ketika ditemui di Sekretariat IJABI, Kamis, 30 Agustus 2012.

31/03/22

Awal Perebutan Pengaruh Syiah-Sunni di Nusantara

Penyerangan terhadap warga Syiah di Sampang pada 26 Agustus 2012 meletupkan kembali selentingan soal perbedaan Syiah dengan Sunni. Menteri Agama Suryadharma Ali dan organisasi massa seperti Nahdlatul Ulama menegaskan konflik di Sampang bukan persoalan antara Sunni dengan Syiah. Namun, seperti apa perebutan pengaruh antara Syiah dan Sunni di Nusantara?

Profesor A. Hasjmy dalam buku Syi’ah dan Ahlussunnah: Saling Rebut Pengaruh dan Kekuasaan Sejak Awal Sejarah Islam di Kepulauan Nusantara menulis perebutan pengaruh antara Syiah dan Sunni (atau Ahlussunah) sudah terjadi sejak Kerajaan Islam Peureulak (840-1292) di Nanggroe Aceh Darussalam. “Kerajaan Islam Peureulak pada mula berdirinya dipengaruhi dan dikuasai oleh orang-orang dari aliran politik Partai Syiah,” tulis A. Hasjmy dalam buku yang terbit 1983 itu.