10/05/22

Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia

PERSETERUAN antara penganut Sunni dan Syiah bukanlah hal baru. Konflik ini telah berjalan ribuan tahun. Lokasi bentrokan tak cuma di Indonesia saja, melainkan pada banyak negara. Karena itu, cendekiawan Jalaluddin Rakhmat menyatakan konflik Sunni-Syiah bukan problem lokal atau nasional, melainkan permasalahan internasional.

Ketika Tempo berkunjung ke kediamannya, Kamis, 29 Agustus 2012, lelaki yang biasa disapa Kang Jalal ini bercerita soal Syiah di Indonesia. Mulai dari proses penyebaran, konflik, cara beribadah, hingga ancaman yang kerap diterima pengikut Syiah. Dan inilah hasil perbincangan wartawan Tempo: Choirul Aminuddin, Erwin Zachri, Cornila Desyana, dan Praga Utama dengan Ketua Dewan Syuro Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) itu.

09/05/22

Imam Ali as menurut Roger Garaudy

Suatu ketika filosof beken Perancis Roger Garaudy pernah bercerita: Aku mengajar di Universitas Sorbon (yang terkenal di Prancis).  Pada suatu hari, salah seorang mahasiswiku meminta sedikit waktuku untuk menjawab pertanyaannya. 

Mahasiswi itu bertanya kepadaku: “Anda adalah profesor saya dan saya sangat antusias membaca buku-buku berharga karya Anda dan makalah-makalah Anda, sebagaimana saya bersemangat menghadiri materi kuliah yang Anda ajarkan. Ada yang mengundang penasaranku, Anda selalu menyebut-nyebut seorang pribadi Muslim yang bernama Ali. Siapa sebenarnya orang yang bernama Ali itu; dan mengapa ia begitu istimewa dan mempengaruhimu sedemikian dalam?”

08/05/22

Sabar dalam Kajian Tasawuf

Sabar secara umum diartikan menahan diri. Sabar mengandung keutamaan dalam agama Islam. Sabar atas maksiat mencegah orang dari perbuatan keji. Sabar dalam taat menguatkan orang dalam menjalankan perintah agama. Sabar atas musibah dan malapetaka meneguhkan hati seseorang dalam mengalami kepahitan hidup.

Para wali membagi jenis sabar pada tiga tingkatan. Mereka merinci sabar ke dalam tiga maqam berdasarkan tingkat beban dan sikap orangnya yang berbeda. Pandangan para wali ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin sebagai berikut:

07/05/22

Ziarah Kubur [by KH Jalaluddin Rakhmat]

Sebagian kaum muslimin Indonesia, dari dulu sampai sekarang, biasa menyambut bulan Ramadhan (dan setelah shalat Idul Fitri) dengan acara ziarah ke kubur. Orang Jawa menyebutnya “Nyadran”, sementara orang Sunda menyebutnya “Nadran”. 

Dalam acara itu, mereka berkunjung ke pusara orang tua atau karib kerabat yang telah mendahului mereka menghadap Allah Swt.  Belakangan ada sebagian diantara kita yang memandang ziarah kubur sebagai berbuatan yang tidak diajarkan Islam, tetapi diadopsi dari ajaran leluhur. Betulkah pendapat itu? Apakah ziarah kubur merupakan sunnah yang dianjurkan Nabi Saw, atau bid’ah, hal baru yang dibuat-buat kemudian hari? Apa dasar-dasar ziarah kubur dalam Al-Quran dan Sunnah?  

06/05/22

Penemu Ilmu Tajwid

Ilmu tajwid mencakup cara membaca huruf bahasa Arab secara benar, menjaga sifat, kekhususan huruf-huruf dan kaidah-kaidah lain yang berhubungan. Apabila yang dimaksud dengan penemuan ilmu tajwid ini adalah penemuan jenis dialeknya maka hal itu harus dikaitkan dengan seseorang yang menciptakan bahasa Arab. Tentu saja pencipta asli bahasa-bahasa adalah Allah Swt.