Dalam pengantar buku Islam Syiah, Asal Usul dan Perkembangannya yang ditulis oleh Allamah M.H. Thabathaba’i, profesor studi Islam di Universitas George Washington Amerika Serikat, Seyyed Hossein Nasr, 79, mengatakan ada lima prinsip agama atau ushuluddin Islam Syiah, yaitu
Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka. (HR Al-Baihaqi)
16/12/20
Keyakinan Syiah Mengenai Al-Quran
15/12/20
Sayyid Fadhlulah: Mengenai Sepakbola
Soal: Beberapa orang meyakini bahwa sepakbola merupakan suatu permainan yang melatih kaki, tapi melumpuhkan pikiran karena permainan bola menjauhkan pemain dari bekerja dan berpikir. Bagaimana pandangan Anda?
26/11/20
Membaca Al-Quran dengan Diiringi Musik
Soal: Apa pendapat Anda mengenai cara baru dalam membaca ayat-ayat Al-Quran dengan tujuan menghasilkan pengaruh lebih besar, misalnya bacaannya mirip lagu (yang diiringi musik)?
14/11/20
Membedah Buku: Mengapa Saya Keluar dari Syiah? [9]
Tentang Pengharaman Mut’ah Pada Hari Khaibar
Salah satu persoalan fikih antara sunni-syiah adalah masalah hukum mutah. Ulama syiah sepakat akan halalnya nikah mut’ah berdasarkan al-Quran dan sunnah Rasulullah saaw dan ahl al-baitnya. Sedangkan ulama sunni menyatakan bahwa nikah mut’ah pernah dihalalkan, tetapi kemudian diharamkan oleh Rasulullah saaw. Tapi anehnya, Husein al-Musawi al-Kadzab yang mengaku mujtahid ini, membuat fatwa tanpa dasar dan argumentasi yang utuh dengan mengharamkan nikah mut’ah hanya dengan menggunakan satu hadits yang sempat ditemukannya di dalam kitab syiah. Yaitu hadits yang coba dipopulerkan olehnya dan oleh para pengikutnya yang diriwayatkan oleh Imam Ali as, tentang pengharaman nikah mut’ah pada hari Khaibar. Untuk itu, mari kita bahas hadits tersebut sehingga menjadi jelas bagi kita semua keadaannya.