Allahu Akbar! Wahai
Yang Menguasai alam semesta,
Yang Menghidupkan dan Mematikan, saksikanlah, hari ini kami
bersimpuh lagi di hadapan keagungan-Mu.
Allahu Akbar, Tiada Tuhan kecuali Engkau.
Dengarlah puja dan
sanjungan kami!
Terimalah sembah dan pengabdian kami!
Hadirin dan hadirat...
Dalam rangkaian ayat-ayat puasa, pada salah satu ayatnya
Allah mengakhiri dengan perintah:
(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara
yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di
negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan
itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka
(wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada
hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. Dan “hendaklah kalian sempurnakan bilangan (puasamu), dan besarkanlah
Allah atas petunjuk-Nya padamu, supaya kalian bersyukur.” (Qs.Al-Baqarah[2]:185)
Dengan ayat ini Allah mengajarkan kepada kita bahwa setelah
selesai menjalankan ibadah puasa, kita harus membesarkan Allah dan bersyukur kepada-Nya. Ayat ini juga
menegaskan, bahwa dalam kehidupan Muslim, kita berjalan dari takbir ke tasyakkur.