Secara etimologi, mahabbah adalah bentuk masdar dari kata: حب yang mempunyai arti: a) membiasakan dan tetap, b) menyukai sesuatu karena punya rasa cinta. Dalam bahasa Indonesia kata cinta, berarti: a) suka sekali, sayang sekali, b) kasih sekali, c) ingin sekali, berharap sekali, rindu, makin ditindas makin terasa betapa rindunya, dan d) susah hati (khawatir) tiada terperikan lagi.
Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka. (HR Al-Baihaqi)
21/11/22
Mahabbah dalam Tasawuf
Secara etimologi, mahabbah adalah bentuk masdar dari kata: حب yang mempunyai arti: a) membiasakan dan tetap, b) menyukai sesuatu karena punya rasa cinta. Dalam bahasa Indonesia kata cinta, berarti: a) suka sekali, sayang sekali, b) kasih sekali, c) ingin sekali, berharap sekali, rindu, makin ditindas makin terasa betapa rindunya, dan d) susah hati (khawatir) tiada terperikan lagi.
19/11/22
Shalat Jumat dalam Fiqih Syiah Imamiyah
Shalat Jumat dimuat dalam al-Quran surah Jumuah ayat 9, “Hai orang yang beriman, idza nuudiya lis shalaati min yawmil jumu'ah... (apabila dipanggil shalat pada hari Jumat...).” Dalam mazhab Syiah Imamiyah bahwa yang berhah memanggil shalat bukan (hanya) seruan azan (muazin), tetapi Amirul Mukminin pada zamannya.
Saat zaman Rasulullah saw, beliau yang menjadi nadi (penyeru) orang-orang untuk menghadiri shalat Jumat. Di masa Khulafa dan Imam Ali maka mereka yang menjadi penyeru. Namun dalam Fiqih Jafari (Syiah Imamiyah atau Ahlulbait) yang dimaksud dengan 'sang penyeru' adalah Rasulullah saw dan para Imam yang dipilihnya karena syaratnya Imam shalat khusus ini harus 'adalat' (adil) karena salat Jumat ini bukan shalat biasa. Ini adalah pertemuan agung mingguan antara Ulil Amri (Rasul dan para Imam) dengan seluruh kaum Muslimin.
10/11/22
Manzilah al-Tsiqah [by Kholid Al Walid]
Allah SWT berfirman: "Sekiranya engkau khawatir maka jatuhkanlah ke dalam sungai" (QS 28:7). Yaitu ketika ibu Nabi Musa as meletakkan Nabi Musa as yang masih bayi ke sungai sebagai kepercayaan yang penuh kepada Allah SWT kalaulah bukan karena Allah SWT menurunkan rasa kepercayaan penuh di hati sang ibu tidak mungkin dia akan melakukan hal tersebut. Kepercayaan adalah inti tawakal, yang meliputi penyerahan, dan sumber ketundukkan.
08/11/22
Dosa dan Ancaman bagi Tukang Fitnah dan Penyebar Fitnah
Fitnah merupakan usaha menyiarkan sesuatu berita tanpa dasar kebenaran, dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik seseorang, menanamkan kebencian, menumbuhkan permusuhan serta memupuk kedengkian. Tujuan fitnah tersebut agar mudah untuk mencapai segala cita-cita para pelaku fitnah.
Perbuatan yang tercela seperti itu dilarang Allah Swt dan orang yang membuat fitnah itu akan ditimpa azab yang amat pedih. Allah berfirman; “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang sangat pedih.” (QS. al-Buruj: 10).
07/11/22
Menyelami Makna Thumaninah
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati akan Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS 11: 28).
Jika sakinah memiliki arti ketenangan dari rasa takut, maka thuma'ninah mencakup ketenangan jiwa individu disebabkan karena memiliki berbagai ilmu dan keimanan yang kokoh.