Secara umum, ada beberapa faktor mengapa terjadi kesalahan dalam mengkaji dan menilai mazhab Syiah.
Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka. (HR Al-Baihaqi)
30/07/22
Delapan Kesalahan dalam Mengkaji dan Menilai mazhab Syiah [by Muhammad Bhagas, S.Ag]
29/07/22
Meninjau Ulang Hadits Nabi Muhammad SAW Berkhutbah dengan Mata Memerah, Suara Lantang dan Marah
بسم الله الرحمن الرحيم
28/07/22
Kelompok yang Didoakan Malaikat Pemikul ‘Arasy
Sidang jumat...
Isra dan
Miraj tidak banyak diceritakan dalam Al-Quran. Kisah ini hanya disebut dalam
dua tempat. Isra’ disebut pada ayat pertama surat Bani Israil:
“Mahasuci
Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid al-Haram ke
Masjid al-Aqsha, yang Kami berkati di sekitarnya, untuk kami perlihatkan
tanda-tanda keagungan Kami. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar dan Maha Melihat.”
Mi’raj disebut pada surat An-Najm ketika Allah mengisahkan perjumpaan Rasulullah dengan Jibril di ufuk yang tinggi.
27/07/22
Dari Literatur Syiah ke Marjaiyyah by MIFTAH F. RAKHMAT]
ALKISAH, seorang anak ditanya oleh ayahnya. Sang ayah adalah seorang alim besar pada zamannya. Ingin jadi apakah kau ketika besar nanti? “ Aku ingin menjadi sepertimu,” jawab si anak. “Salah besar anakku, bercita-citalah untuk meniru Imam Jafar Shadiq. Dengan begitu, walaupun 1 % cita-citamu itu tercapai, engkau sudah jauh lebih baik dariku.”
Cerita di atas menggambarkan sebuah tradisi keilmuan dalam mazhab Ahlulbait. Tentu yang dimaksud dengan Ahlul Bait di sini adalah mazhab Syiâh Imamiyyah. Walaupun saya pribadi cenderung memisahkan antara kedua istilah itu. Ahlul Bait adalah pusaka peninggalan Rasulullah untuk umatnya, karena itu ia tidak terbatas hanya kepada Syiâh saja.
26/07/22
Hadis tentang Asyura dan Syahadah Imam Husain as
قال النبيٌُّ (ص):
إن لقتل الحُسين حرارةٌ في قلوب
المؤمنين لا تبرد أبداً
Bersabda Rasulullah Saw: “Sungguh, pada hati setiap orang beriman, karenasyahadah Imam Husain as, ada getar yang tak pernah berhenti selamanya.” (Mustadrak al‑Wasail, vol. 10, pg. 318.)
قال الرضا (ع):
مَن كان يوم عاشوراء يوم مُصيبته
وحُزنه وبُكائه يجعل الله عزَّ وجل يوم القيامة يوم فرحه وسروره
Imam Ridha as: “Barangsiapa menjadikan hari Asyura hari dukacitanya, hari musibah dan tangisannya, Allah Ta’ala akan jadikan hari kiamat, hari bahagia dan sukacitanya.” (Bihar al‑Anwar, vol. 44, pg. 284.)