Dua hari ini saya fokus membaca karya Bulus al-Khuri yang memang saya tunggu-tunggu, berjudul “al-tafsir al-masihi lil-quran” (tafsir Kristen atas al-Quran). Saya harus akui, menunggu kedatangan buku ini memang worth it, alias pantas ditunggu. Dengan kata lain, tidak mengecewakan.
Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka. (HR Al-Baihaqi)
04/02/23
Tafsir Kristen [by Munim Sirry]
03/02/23
BERIBADAH, MENARI BERSAMA TARIAN ALAM SEMESTA
Menjalankan perintah syariah, baik yg mahdhah maupun yg ghayr mahdhah sebetulnya bagian dari kita menyesuaikan diri dg "tarian" alam semesta, menari bersama tarian alam semesta.
Karena sesungguhnya kita adalah bagian dari alam semesta yg tunggal. Bahkan bagian dari Wujud Tunggal itu sendiri - yakni, Allah Swt, yang membentangi (al-waasi') dan meliputi (al-muhith) seluruh alam semesta.
02/02/23
Ibadah di Bulan Rajab akan Terhindar Azab Kubur
Ada sebuah kisah menarik tentang Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh seorang laki-laki bernama Tsauban yang mengatakan, "Kami berada di kuburan bersama Rasulullah Saw. Rasulullah berhenti lalu pergi, kemudian berhenti lagi. Aku bertanya, "Ya Rasulullah..! Mengapa engkau berbuat demikian?"
13/01/23
Ini Fikih Syiah yang Beda dengan Fikih Sunni
Beberapa waktu lalu saya ditanya: shalat Syiah dan Sunni, bedanya dalam hal apa saja? Kemudian saya jawab dengan pengetahuan seadanya, yang berasal dari pengajian dan buku-buku yang saya baca.
Ustadz Jalaluddin Rakhmat dalam sebuah pengajian
menyebutkan bahwa Imam Khomeini membolehkan pengikut Muslim Syiah untuk shalat
jamaah dengan imam shalat dari Ahlussunah. Orang Islam yang beraliran Syiah kemudian shalat dengan
cara Sunni (Ahlussunah) diperbolehkan dan tetap sah. Tidak tahu kalau sebaliknya. Orang Sunni shalat dengan cara shalat fikih Syiah, apakah boleh? Ini perlu dirujuk kepada Mufti atau ulama otoritatif dari setiap mazhab fikih dalam Ahlussunnah.
Saya juga melihat dalam siaran langsung shalat idul fitri tahun 2012/1433 di Masjid Istiqlal Jakarta, yang pada barisan depan terdapat Duta Besar Iran yang shalat idul fitri dengan tangan lurus ke bawah. Kita tahu pada idul fitri di Istiqlal, imam dan khatib dipimpin oleh orang-orang Sunni, termasuk presiden menjadi makmumnya.
12/01/23
Tarekat Ahlul Bait (3) [by JALALUDDIN RAKHMAT]
Mengapa Harus Mencontoh Ali?
Ada dua jawaban: yang sederhana dan yang sulit. Pertama, yang sederhana. Dari manakah kita belajar sunnah Nabi? Jawabnya, dari para sahabat. Dari ‘Aisyah ra., kita tahu bahwa Rasulullah saw. menangis ketika melakukan shalat malam sampai janggut beliau menjadi basah. Dari Umar ra., kita tahu kalau Nabi saw. berbaring pada tikar yang kasar sehingga tikar itu meninggalkan bakas pada wajahnya. Dari Ibnu ‘Abbas ra., kita tahu kalau Rasulullah saw. pernah menjama’ shalat Zuhur dan Asahr di Madinah bukan karena sakit, bukan karena bepergian, dan bukan karena hujan. Hanya melalui ucapan dan perilaku sahabatlah kita dapat meneladani sunnah-sunnah beliau.
