Di antara karakteristik tradisi intelektual Islam klasik yang paling saya suka ialah keterbukaan dan fairness (berlaku adil) dalam menyikapi pandangan ulama-ulama lain. Saya kira ini kunci dari kemajuan ilmu pengetahuan di masa-masa kecemerlangan perabadan Islam, sehingga disebut oleh seorang penulis sebagai “peradaban teks”.
Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka. (HR Al-Baihaqi)
16/03/22
15/03/22
BAYI-BAYI TUMBUH [by Kuswaidi Syafiie]
Masa-masa ketika kita masih bayi adalah masa-masa kesucian sekaligus kepolosan. Gerak-gerik kita waktu itu sama sekali tidak tersentuh oleh dosa-dosa. Juga tidak berkelindan dengan pahala. Karena di saat-saat yang lazimnya sangat membahagiakan bagi orang-orang tua itu kita belum terbebani sedikit pun oleh taklif dalam agama Islam.
14/03/22
Berdua Menuju Surga [by Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.]
Satu tokoh asal Jawa Barat yang sangat cendikia dan agamawan adalah Jalaluddin Rakhmat. Akrab dipanggil Kang Jalal. Ia pada bulan Februari tahun 2021 di satu pekan yang sama, saat wabah Covid-19, bersama istri tercinta Euis Kartini dipanggil Ilahi. Sungguh wafat yang indah bersama-sama, sehidup semati, menuju Surga.
13/03/22
Glosarium (Istilah yang Populer) dalam Tasawuf
Dalam program Belajar Tasawuf di YouTube Misykat TV yang diasuh oleh Dr Kholid Al Walid, ada yang menyampaikan saran pada kolom chat room bahwa kajian tasawuf susah dicerna karena terdapat istilah Arab yang tidak diketahui maknanya.
Harus diakui untuk yang pemula atau belum memasuki kuliah di UIN/IAIN/STAI maka istilah keislaman atau yang terkait dengan ilmu-ilmu Islam yang muncul dalam forum diskusi atau ceramah, akan membuatnya tidak mengerti. Sebaiknya layak ditanyakan jika ada yang tidak diketahui. Apalagi menyangkut pemahaman agama Islam dan proses untuk menyempurnakan diri untuk menuju jalan Ilahi.
Sekadar membuka dan mengetahui secara ringkas tentang istilah yang terdapat dalam ilmu tasawuf, maka bisa dibaca istilah di bawah ini:
Belajar Tasawuf: Ketundukan [by Kholid Al Walid]
Allah SWT berfirman: Belum tibalah saatnya bagi orang-orang beriman untuk menundukkan hatinya mengingat Allah (QS 57:16). Ketundukan adalah diri yang merasa kecil atau tubuh yang merendah untuk menganggungkan atau karena rasa takut. Ketundukan adalah rasa rendah karena keagungan zat yang dihadapi akibat rasa takut atau rasa yang cinta timbul.
Pada tingkat yang pertama adalah kerendahan dihadapan perintah, penerimaan terhadap hukum atau ketetapan dan ketidak berartian dihadapan penyaksian al-Haqq Kerendahan dihadapan perintah yaitu penghambaan (al-Taabud) diri dihadapan perintah Tuannya sehingga tidak lagi mempertanyakan sebab dari perintah tersebut kepadanya.