18/07/22

Muawiyah dan Kristen

Dalam tulisan pengantar terkait partisipasi Kristen dalam sejarah Islam awal, saya mengatakan pernah menulis sebuah artikel mendiskusikan peran politik kalangan non-Muslim, terutama Kristen dan Yahudi, dalam pemerintahan Abbasiyah. Artikel itu akan saya ulas dalam tulisan lain. 

Dalam bagian ini, saya bermaksud membicarakan peran dan partisipasi orang-orang Kristen pada awal pemerintahan dinasti Umayyah. Dituturkan oleh al-Ya’qubi dalam “Tarikh”-nya, Muawiyah, pendiri dinasti Umayyah di Damaskus, adalah orang pertama yang mempekerjakan orang-orang Kristen dalam pemerintahannya.

Umar I dan Kristen

Dalam tulisan seri ke-10, saya menyebut selintas bentuk-bentuk persekusi dan diskriminasi yang dialami non-Muslim, termasuk dan terutama Kristen, yang direkam dalam sumber-sumber Muslim awal. Juga, dalam seri ke-8, diberikan contoh bagaimana khalifah Umar bin Khattab melarang Sahabat Abu Musa al-Asy’ari mengangkat seorang Kristen sebagai sekretarisnya.

17/07/22

Hubungan Agama Negara

Dalam tulisan berseri ini, walaupun masih akan berlanjut, kita sudah dalam posisi bagus untuk berefleksi perihal apa yang bisa dipelajari dari keterlibatan non-Muslim, terutama Kristen, dalam sejarah pemerintahan Islam awal. Tentu saja refleksi tipis-tipis ini dapat dikembangkan sesuai sudut pandang atau perspektif kita masing-masing. 

16/07/22

Riwayat Mazhab Ahlulbait as dan Pola Kata ‘Azhim dalam al-Quran [by Muhammad Shalawat]

 Bismillahir rahmanir rahim

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa Aali Sayyidina Muhammad

Menurut riwayat mu’tabar (otoritatif) dari khazanah Ahlulbait Nabi SAW, Imam ‘Ali bin Musa al-Ridha as menyampaikan dialog antara Allah SWT dengan Nabi Ibrahim as, ketika ia hendak mengorbankan putra tercintanya Nabi Isma‘il as sebagai bentuk kepasrahan, ridha, pengikisan kehendak diri dan penyembelihan rasa kepemilikan seorang hamba di hadapan Sang Kekasih, Sang Pemilik Sejati. Inti dari dialog Nabi Ibrahim as itu sebagai berikut:

15/07/22

Teladan Nabi: Menegakkan Ukhuwah

Marilah kita lihat apa yang menyebabkan Rasulullah dicintai sahabat-sahabatnya. Kecintaan mereka bukan hanya karena iman saja. Kecintaan itu timbul karena cara Rasulullah memperlakukan mereka. Marilah kita lihat bagaimana Rasulullah bergaul dengan sahabat-sahabatnya.

Akhlak pertama yang dicontohkan Rasulullah dalam pergaulannya ialah perhatian yang tulus kepada orang lain. Ia lebih mendahulukan orang lain daripada dirinya. Apabila orang berbicara kepadanya, ia mendengarkannya dengan penuh perhatian, dengan menghadapkan seluruh wajahnya kepada orang yang berbicara kepadanya.