Taqiyyah berarti penjagaan. Dikatakan: seseorang ‘ittaqa syaian’ apabila dia menjadikan sesuatu sebagai penutup yang menjaganya dari bahaya. Taqiyyah juga didefinisikan sebagai berikut: Sesungguhnya taqiyyah adalah penjagaan seseorang atas dirinya dengan menampakkan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang ada dalam hatinya.
Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka. (HR Al-Baihaqi)
07/03/23
06/03/23
Membuka Pikiran [by Munim Sirry]
Hampir semua pemikir Muslim yang prihatin dengan keadaan umat Islam saat ini bersepakat bahwa akar masalah di balik semua keterbelakangan ialah matinya atau redupnya pemikiran yang berakibat pada tumpulnya kreativitas. Dulu Cak Nur menyebut umat Islam kehilangan “psychological striking force,” daya dobrak, yang dahulu menjadi motor gemuruh peradaban Islam.
05/03/23
al-Sirr dalam Khazanah Tasawuf
al-Sirr (rahasia) dalam tasawuf bermakna tersingkapnya Keindahan dan Kebesaran Allah hingga mencapai musyahadah (persaksian). Bisa dimaknai bahwa al-Sirr adalah bagian terdalam ruh, sedangkan bagian luar ruh disebut qalbu yang disebutnya “hati”. Dalam literatur sufi bahwa hati yang bersih akan mengetahui rahasia-Nya.
01/03/23
Manzilah Takut (al-Khauf) [by Kholid Al Walid]
Manzilah takut (alkhauf) adalah manzilah kedua dari Manzilah Pintu-Pintu (al-Abwab). Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka) (QS 16:50).
Syaikh menjadikan ayat ini sebagai dasar untuk menunjukkan rasa takut yang timbul dari keimanan dan ketakwaan bukan Rasa Takut yang salah yaitu karena urusan dunia dan ketakutan yang muncul sebagai akibat cinta dunia. Takut adalah terlepasnya rasa tenteram dan aman melalui pengkajian akan hal yang baik. Tenteram (al-Thumaninah) adalah diam (al-Sukun). Seperti hadis Nabi Muhammad Saw, "Ruku'lah kami hingga orang-orang yang ruku' itu diam dan berdirilah sehingga orang-orang berdiri dengan diam." Sedangkan mengkaji hal yang baik adalah berupaya menggali makna kebaikan sehingga termaktub di dalam pikiran.
27/02/23
Saadah, Falah dan Surur
Kata kebahagiaan, apabila dicarikan padanan kata dalam al-Qur‘an memiliki berbagai macam padanan. Seperti kata sa‘adah, ḥasanah, ṭuba, mata‘, surur, falaḥ, fawz, dan faraḥ. Delapan padanan kata yang merujuk pada pengertian kebahagiaan dalam al-Qur‘an. Dari istilah tersebut yang perlu diketahui (untuk saat ini) adalah saadah, falah, dan surur.
